tak henti aku meminta
tak jemu aku memohon
: kemarin telah berlalu
esok segera menjelang
hadirkanlah yang lebih baik
matahari tetap sama
namun mimpi tetap merona
aku akan beranjak
untuk sebuah awal
kekasih,
untukmu yang telah membakar seisi kepalaku dengan cintamu.
telah kita tumpahkan dalam sebuah danau bening, kita menitipkan segenap perasaan kita dalam sebuah pengharapan. kita alirkan mimpi-mimpi kita dalam kemilau yang mengalir, kita benamkan dengan segenap iba mengharapkan rindu tak pernah terhenti. kita bagai peran yang lepas dari peradaban, skenario yang begitu indah kita lakoni, kita dalam arahan Sang Sutradara yang memang benar-benar ngerti tentang peran yang cocok bagi kita.
kekasih,
sadarkah kamu, dalam semua ini kita tidak bermimpi, kita tidak sedang dalam lelucon. kita arungi kenyataan atas nama takdir. kita tak perlu mengelak, kita tapaki jalan kita ini dengan keikhlasan, sadarkan akalmu bahwasannya kita dalam kenyataan.
kekasih,
kita tak musti menuliskan banyak, simpan dalam benakmu apa yang harus kita tuliskan, satu saat nanti kita pastia kan mengeri tentang hakekat kenyataan ini. ada yang lenih ngerti tentang apa yang terbaik untuk kita.
kekasih,
untuk sebuah awal, luruskan niat, kita menggapai keridhoan-Nya..
untukmu yang telah membakar seisi kepalaku dengan cintamu.
telah kita tumpahkan dalam sebuah danau bening, kita menitipkan segenap perasaan kita dalam sebuah pengharapan. kita alirkan mimpi-mimpi kita dalam kemilau yang mengalir, kita benamkan dengan segenap iba mengharapkan rindu tak pernah terhenti. kita bagai peran yang lepas dari peradaban, skenario yang begitu indah kita lakoni, kita dalam arahan Sang Sutradara yang memang benar-benar ngerti tentang peran yang cocok bagi kita.
kekasih,
sadarkah kamu, dalam semua ini kita tidak bermimpi, kita tidak sedang dalam lelucon. kita arungi kenyataan atas nama takdir. kita tak perlu mengelak, kita tapaki jalan kita ini dengan keikhlasan, sadarkan akalmu bahwasannya kita dalam kenyataan.
kekasih,
kita tak musti menuliskan banyak, simpan dalam benakmu apa yang harus kita tuliskan, satu saat nanti kita pastia kan mengeri tentang hakekat kenyataan ini. ada yang lenih ngerti tentang apa yang terbaik untuk kita.
kekasih,
untuk sebuah awal, luruskan niat, kita menggapai keridhoan-Nya..
kepadamu aku persembahkan
kepadamu aku persembahkan rindu
jiwa yang tertambat dalam sepi
kerlip melentik,
sepi merona.
kepadamu aku persembahkan cinta
jiwa yang tergeletak dalam mimpi
pengantin malam,
tak jenuh dalam pengharapan.
kepadamu aku persembahkan semua
jiwa yang tertambat dan tergeletak
dalam sepi berselubung mimpi
kerlip melentik pengantin malam
sepi merona, tak jenuh dalam pengharapan.
jiwa yang tertambat dalam sepi
kerlip melentik,
sepi merona.
kepadamu aku persembahkan cinta
jiwa yang tergeletak dalam mimpi
pengantin malam,
tak jenuh dalam pengharapan.
kepadamu aku persembahkan semua
jiwa yang tertambat dan tergeletak
dalam sepi berselubung mimpi
kerlip melentik pengantin malam
sepi merona, tak jenuh dalam pengharapan.
kepada siapa
kepadamukah
awan menggelantung dilangit
angin berhembus
cuaca memanas
kepadamukah
cinta membara
rindu menggebu
jiwa yang tertambat dalam terpana
terapung mimpi
dalam rindu tak bertepi
awan menggelantung dilangit
angin berhembus
cuaca memanas
kepadamukah
cinta membara
rindu menggebu
jiwa yang tertambat dalam terpana
terapung mimpi
dalam rindu tak bertepi
gamang
selaksa padang
meremang cahaya menghilang
tak luput jiwa menghampa
setelah petang
indah kurasa esok menjelang
meremang cahaya menghilang
tak luput jiwa menghampa
setelah petang
indah kurasa esok menjelang
mengurai rindu
fatamorgana mengiring cintaku
dari awal langkah hingga sungai yang tak bermuara
semua tak turut larut
hujan hanya singgah sekejap, kemudian lalu
satu persatu rindu kini terurai
dari jalan, hutan, sungai
jiwa tak luput dari jeratnya
satu persatu.
fatamorgana mengiring cintaku
satu persatu rindu terurai
dari awal langkah hingga sungai yang tak bermuara
semua tak turut larut
hujan hanya singgah sekejap, kemudian lalu
satu persatu rindu kini terurai
dari jalan, hutan, sungai
jiwa tak luput dari jeratnya
satu persatu.
fatamorgana mengiring cintaku
satu persatu rindu terurai
hening meminang
pucuk melengkung
berat gemerlap merambat
tak ada yang terbendung
semua mengalir, lembut
basah kian mendesah
terpercik rindu
dalam mimpi yang terhidang
aku menempa kesabaranku
dalam diam
aku menuliskan tentang cintaku
berat gemerlap merambat
tak ada yang terbendung
semua mengalir, lembut
basah kian mendesah
terpercik rindu
dalam mimpi yang terhidang
aku menempa kesabaranku
dalam diam
aku menuliskan tentang cintaku
nanti
tak satupun mampu merayu
tak juga mimpi tentang kau
keresahan menenggelamkan
tak juga aku bahkan dirimu
entah kemana lagi
sepi menitipkan fatamorgana
karena aku telah terapung
dalam kesendirian jiwa berujung
tak juga mimpi tentang kau
keresahan menenggelamkan
tak juga aku bahkan dirimu
entah kemana lagi
sepi menitipkan fatamorgana
karena aku telah terapung
dalam kesendirian jiwa berujung
sepi dalam taman
sepi
kurasa malam menghadirkan taman
hijau tak nampak dalam remang
hanya hening
wangi merebak menusuk inderaku
ada yang hadir
dari sudut pandangan kaburku
yang nampak
yang hadir dalam ketidak pastian
entah,
taman apa yang dilukiskan
padahal sepi tak bercerita banyak
:"kupu-kupu hadir setelah kepompong!"
kurasa malam menghadirkan taman
hijau tak nampak dalam remang
hanya hening
wangi merebak menusuk inderaku
ada yang hadir
dari sudut pandangan kaburku
yang nampak
yang hadir dalam ketidak pastian
entah,
taman apa yang dilukiskan
padahal sepi tak bercerita banyak
:"kupu-kupu hadir setelah kepompong!"
shanti, lagi
kemarin aku bercerita tentang kau, sekuntum kembang yang merekah diujung senja. kemudian, malam menjemput kantukku sehingga lelah menelantarkan anganku dalam alam entah, alam dimana aku tak mampu memaknai tentang mimpiku.
kini, aku bercerita tentang engkau lagi, dalam alam dimana aku berada dalam nyata kesadaranku.
kapan akan bercerita sepi tentang tautan waktu yang memenjarakan jiwa dalam keharusan mimpi-mimpi?, setelah kemarau mereda kurasa hujan basahi jiwa. nyata!
setelah malam ini
jika rembulan nampak, sepi tak melelahkan lagi.
kemudian bintang menari, rindu ikut menyanyi.
aku hanya sempat bertanya,
: kenapa mawar itu berduri?.
jika rembulan nampak, sepi mungkin menepi.
kemudian bintang menari, rinduku pada-Mu abadi.
kemudian bintang menari, rindu ikut menyanyi.
aku hanya sempat bertanya,
: kenapa mawar itu berduri?.
jika rembulan nampak, sepi mungkin menepi.
kemudian bintang menari, rinduku pada-Mu abadi.
melelahkan
jemu merayu
sepi menyeru
aku tak sadarkan diri
dalam semu yang membatu
tak ada yang mampu
menterjemahkan kebodohan akal
aku pun tertipu
semu, jemu dan kepengecutan
Tuhan, akhiri sudah lelah ini
berikan kunci jawaban dari pertanyaan
atau,
kau remukkan aku dalam kasih-Mu
: karena Engkau tak mungkin biarkan aku terus begini,
Tuhan. kasih-Mu abadi.
sepi menyeru
aku tak sadarkan diri
dalam semu yang membatu
tak ada yang mampu
menterjemahkan kebodohan akal
aku pun tertipu
semu, jemu dan kepengecutan
Tuhan, akhiri sudah lelah ini
berikan kunci jawaban dari pertanyaan
atau,
kau remukkan aku dalam kasih-Mu
: karena Engkau tak mungkin biarkan aku terus begini,
Tuhan. kasih-Mu abadi.
Shanti, kepada siapa sepi berlabuh
kemarau panjang kurasa tak berujung, ketika senja tak juga menamampakkan kemilaunya. diujung mimpi kuperhatikan engkau menari dalam sepi. kapankah semua kan berlabuh?, aku menunggu dalam kepastian takdir.
dulu aku datang, saat tak mampu kubendung aliran darah yang menghentak tiap nadiku, aku menyimpulkan bahwasannya perasaanku adalah kesejatian. aku ingin mengolah ladang surga bersamamu!
namun,bukanlah hidup kalau tanpa rahasia dari kehidupan itu sendiri. ketika aku datang engkau berikan aku tirai, engkau bentangkan sajadah panjang untuk aku ikhtiar dengan niatku.
shanti, kepada siapa sepi berlabuh?. cahayamu adalah kemilau surgawi yang menerangi gulita tiap hati yang mendamba, cintamu adalah setitik airyang hadir didalam padang gersang hati yang mencinta. lalu, kepada siapa sepi akan berlabuh?.
saat aku terkapar dalam pengharapan, dan sekuntum kembang telah kupasrahkan dalam satu taman, jalan takdir menyesatkan kita dalam dahaga. kita saling jatuh cinta dalam ketidak mampuan akal menterjemahkan perasaan itu sendiri.
shanti, dalam perjalanan pasti ada ujung, dalam penatian pasti ada pengharapan, dalam pertanyaan pasti ada jawaban, dalam konteks hidup pastilah ada yang mengatur semua ini. Allah begitu sayang sama kita, jangan siakan cinta-Nya dengan berlari dari semua ini. hadapi, jangan pernah berfikir bahwa semua ini adalah kesalahan, kita hanya butuh waktu untuk mengerti, kita hanya perlu kesabaran untuk menterjemahkan, konteks benar salah biarlah Allah yang mengetahui.. kita syukuri perasaan ini. cinta tak pernah datang, dan cinta tak pernah pergi. cinta lekat dalam detik, menit dan tiap jengkal akal pemikiran kita. Allah lebih ngerti apa yang terbaik untuk hamba-Nya, dan Dia pasti punya rahasia..
dulu aku datang, saat tak mampu kubendung aliran darah yang menghentak tiap nadiku, aku menyimpulkan bahwasannya perasaanku adalah kesejatian. aku ingin mengolah ladang surga bersamamu!
namun,bukanlah hidup kalau tanpa rahasia dari kehidupan itu sendiri. ketika aku datang engkau berikan aku tirai, engkau bentangkan sajadah panjang untuk aku ikhtiar dengan niatku.
shanti, kepada siapa sepi berlabuh?. cahayamu adalah kemilau surgawi yang menerangi gulita tiap hati yang mendamba, cintamu adalah setitik airyang hadir didalam padang gersang hati yang mencinta. lalu, kepada siapa sepi akan berlabuh?.
saat aku terkapar dalam pengharapan, dan sekuntum kembang telah kupasrahkan dalam satu taman, jalan takdir menyesatkan kita dalam dahaga. kita saling jatuh cinta dalam ketidak mampuan akal menterjemahkan perasaan itu sendiri.
shanti, dalam perjalanan pasti ada ujung, dalam penatian pasti ada pengharapan, dalam pertanyaan pasti ada jawaban, dalam konteks hidup pastilah ada yang mengatur semua ini. Allah begitu sayang sama kita, jangan siakan cinta-Nya dengan berlari dari semua ini. hadapi, jangan pernah berfikir bahwa semua ini adalah kesalahan, kita hanya butuh waktu untuk mengerti, kita hanya perlu kesabaran untuk menterjemahkan, konteks benar salah biarlah Allah yang mengetahui.. kita syukuri perasaan ini. cinta tak pernah datang, dan cinta tak pernah pergi. cinta lekat dalam detik, menit dan tiap jengkal akal pemikiran kita. Allah lebih ngerti apa yang terbaik untuk hamba-Nya, dan Dia pasti punya rahasia..
Tuhan, remukkan kepalaku lalu ganti yang baru
Tuhan,
aku ga ngerti, apa yang sebenarnya Engkau rencanakan buat aku. semenjak beberapa waktu yang lalu kepalaku dipenuhi oleh tanya dan ketidakmampuanku dalam memaknai takdir-Mu. dulu aku tanya sama Engkau, dengan rahmat-Mu Kau jawab tanyaku dengan jalan yang begitu indahnya. tapi mengapa kini semua berubah, aku berfikir apakah aku salah melangkah?, ataukah dulu yang menjawab pertanyaanku bukan Engkau?.
Tuhan,
aku mohon maaf, bukan maksudku untuk ingkar dengan nikmat-Mu, bukan maksudku pula untuk menganggap bahwa semua ini adalah sebuah kesalahan. Engkau lebih ngerti, tanpa aku perlu ungkapkan Engkau telah ngerti tentang apa yang aku rasakan. aku tak ingin cobaan ini menyurutkan cintaku pada-Mu, aku tak mau andaikan maki dan sesalku ini berkepanjangan. tapi aku harus bagaimana?...
Tuhan,
Engkau yang mempunyai hidupku, telah Engkau berikan pilihan-pilihan kepadaku, dan yang membuat ending dari kisahku adalah diriku sendiri. aku serasa tak mampu ya Rabb, remukkan saja kepalaku lalu kau tumbuhkan lagi kepala yang baru, atau kau benamkan aku dalam lautan kasih-Mu hingga aku benar-benar ngerti apa maksud yang terkandung dari semua ini.
Tuhan,
keluh kesahku mungkin telah memenuhi setiap sudut ruang, makianku mungkin telah membuat Engkau jemu dengan aku. kumohon, kupinta dengan sangat, jangan pernah tinggalkan aku ya Tuhanku. dekaplah aku dengan kasih-Mu, bukakanlah tirai yang telah membutakan mataku dari samudera kasih-Mu ini, aku ga igin jadi hamba-Mu yang ingkar, aku ga sanggup jika nantinya Engkau tak perduli lagi dengan aku.
Tuhan,
Engkau pemilik hidupku, kuharap esok pagi telah Kau berikan jawaban dari pertanyaanku, kemudian lusa kau teguhkan aku, kau mantapkan dan luruskan niatku, kemudian hari-hari berikutnya Kau penuhi jiwaku dengan syukur, kau ridhoi setiap jejak langkahku, kau jadikan aku hamba-Mu yang mampu bersyukur dan selalu membuat Engkau ridho..
Tuhan,
ampuni jika aku selau saja seperti ini, maafkan jika aku lancang dengan bahasaku, aku memohon sungguh, Kau pasti mendengar semua ini, Kau pasti akan penuhi permohonanku, iyakan?. aku percaya pada-Mu.
aku ga ngerti, apa yang sebenarnya Engkau rencanakan buat aku. semenjak beberapa waktu yang lalu kepalaku dipenuhi oleh tanya dan ketidakmampuanku dalam memaknai takdir-Mu. dulu aku tanya sama Engkau, dengan rahmat-Mu Kau jawab tanyaku dengan jalan yang begitu indahnya. tapi mengapa kini semua berubah, aku berfikir apakah aku salah melangkah?, ataukah dulu yang menjawab pertanyaanku bukan Engkau?.
Tuhan,
aku mohon maaf, bukan maksudku untuk ingkar dengan nikmat-Mu, bukan maksudku pula untuk menganggap bahwa semua ini adalah sebuah kesalahan. Engkau lebih ngerti, tanpa aku perlu ungkapkan Engkau telah ngerti tentang apa yang aku rasakan. aku tak ingin cobaan ini menyurutkan cintaku pada-Mu, aku tak mau andaikan maki dan sesalku ini berkepanjangan. tapi aku harus bagaimana?...
Tuhan,
Engkau yang mempunyai hidupku, telah Engkau berikan pilihan-pilihan kepadaku, dan yang membuat ending dari kisahku adalah diriku sendiri. aku serasa tak mampu ya Rabb, remukkan saja kepalaku lalu kau tumbuhkan lagi kepala yang baru, atau kau benamkan aku dalam lautan kasih-Mu hingga aku benar-benar ngerti apa maksud yang terkandung dari semua ini.
Tuhan,
keluh kesahku mungkin telah memenuhi setiap sudut ruang, makianku mungkin telah membuat Engkau jemu dengan aku. kumohon, kupinta dengan sangat, jangan pernah tinggalkan aku ya Tuhanku. dekaplah aku dengan kasih-Mu, bukakanlah tirai yang telah membutakan mataku dari samudera kasih-Mu ini, aku ga igin jadi hamba-Mu yang ingkar, aku ga sanggup jika nantinya Engkau tak perduli lagi dengan aku.
Tuhan,
Engkau pemilik hidupku, kuharap esok pagi telah Kau berikan jawaban dari pertanyaanku, kemudian lusa kau teguhkan aku, kau mantapkan dan luruskan niatku, kemudian hari-hari berikutnya Kau penuhi jiwaku dengan syukur, kau ridhoi setiap jejak langkahku, kau jadikan aku hamba-Mu yang mampu bersyukur dan selalu membuat Engkau ridho..
Tuhan,
ampuni jika aku selau saja seperti ini, maafkan jika aku lancang dengan bahasaku, aku memohon sungguh, Kau pasti mendengar semua ini, Kau pasti akan penuhi permohonanku, iyakan?. aku percaya pada-Mu.
entah, aku sedang lelah
entahlah, apa yang sedang dinyanyikan ilalang untukku...
gerakkan sepi tak mampu menterjemahkan resah yang mencumbu
lekuk
riuh
kemeriahan letih menjerumuskanku
: aku salah melangkah?
kepada siapa aku tak ngerti
alamat yang tepat untuk mencurahkan mskian rindu
: pagi, siang, malam
kepada siapa cinta terbagi
aku ingin bertahan
jika saja mataku mampu menerawang dan membaca hatimu, mungkin sudah kucurahkan segala perasaanku
tapi keterbatasanku menjadikan aku pengecut dalam kitidakmengertianku
padahal, setelah kemarau panjang, kuyakin hujan datang menjelang...
pemenang
aku tak akan mundur
walau nanti aku kan hancur
aku tak ingin jadi pecundang
hanya pengecut, yang bersembunyi dibalik kebohongan-kebohongannya..
walau nanti aku kan hancur
aku tak ingin jadi pecundang
hanya pengecut, yang bersembunyi dibalik kebohongan-kebohongannya..
Tuhan, bila aku jatuh cinta nanti
Tuhan,
bila aku jatuh cinta nanti, tolong jangan cemburu ya... aku hanya ingin mensyukuri anugerah yang telah Engkau berikan. ingatkan saat aku lalai, jangan biarkan cintaku kepada mahluk-Mu membutakan aku dan mengurangi kadar cintaku kepada-Mu. jadikan aku selalu terpacu, rasa cintaku kepada mahluk-Mu kian kuatkan rasa cintaku kepada-Mu.
Tuhan,
bila aku jatuh cinta nanti, tolong jadikan rasa cintaku sebagai catatan amal yang meringankan aku saat hari perhitungan nanti, tolong bimbing aku untuk menyelami jengkal demi jengkal perjalanan cintaku sebagai ladang surga yang sekiranya membuat Engkau bangga dengan aku. luruskaan saat jalanku berliku, jadikan tiap gerakku mampu menghadirkan keridhoan-Mu, singkirkan keakuanku yang akan mengurangi rasa cintaku kepada-Mu.
Tuhan,
sebenarnya aku malu, cara mencinta-Mu saja kadang aku masih belum benar, tapi kini aku sudah berfikir akan mencintai yang lain. kalau aku boleh memohon, tolong jadikan rasa cintaku kepada mahluk-Mu sebagai penyempurna cintaku pada-Mu, tolong catatkan dalam benakku rumus-rumus cara mencintai yang benar. jadikan perasaan cintaku sebagai formula yang mampu menciptakan benih-benih cinta yang lain, cinta kepada sesama dengan porsi masing-masing, tentunya dengan memposisikan Engkau diatas segalanya.
Tuhan,
bila aku jatuh cinta nanti, aku ingin keridhoan-Mu, aku ingin rasa cintaku kian menguatkan rasa cintaku kepad-Mu. aku tak ingin memposisikan Engkau nomor dua atau nomor sekian, tapi aku ingin menjadikan rasa cintaku sebagai pemacu agar aku makin percaya dengan Engkau, dan Engkau makin sayang kepadaku, dan Engkau tetap nomor satu dalam hati, dalam hidup, dan hingga kelak aku bertemu dengan Engkau..
Tuhan,
bila aku jatuh cinta nanti, tolong bimbing aku, ridhoilah setiap jalanku, jadikanlah aku hamba-Mu yang selalu bersyukur atas nikmat-Mu...
bila aku jatuh cinta nanti, tolong jangan cemburu ya... aku hanya ingin mensyukuri anugerah yang telah Engkau berikan. ingatkan saat aku lalai, jangan biarkan cintaku kepada mahluk-Mu membutakan aku dan mengurangi kadar cintaku kepada-Mu. jadikan aku selalu terpacu, rasa cintaku kepada mahluk-Mu kian kuatkan rasa cintaku kepada-Mu.
Tuhan,
bila aku jatuh cinta nanti, tolong jadikan rasa cintaku sebagai catatan amal yang meringankan aku saat hari perhitungan nanti, tolong bimbing aku untuk menyelami jengkal demi jengkal perjalanan cintaku sebagai ladang surga yang sekiranya membuat Engkau bangga dengan aku. luruskaan saat jalanku berliku, jadikan tiap gerakku mampu menghadirkan keridhoan-Mu, singkirkan keakuanku yang akan mengurangi rasa cintaku kepada-Mu.
Tuhan,
sebenarnya aku malu, cara mencinta-Mu saja kadang aku masih belum benar, tapi kini aku sudah berfikir akan mencintai yang lain. kalau aku boleh memohon, tolong jadikan rasa cintaku kepada mahluk-Mu sebagai penyempurna cintaku pada-Mu, tolong catatkan dalam benakku rumus-rumus cara mencintai yang benar. jadikan perasaan cintaku sebagai formula yang mampu menciptakan benih-benih cinta yang lain, cinta kepada sesama dengan porsi masing-masing, tentunya dengan memposisikan Engkau diatas segalanya.
Tuhan,
bila aku jatuh cinta nanti, aku ingin keridhoan-Mu, aku ingin rasa cintaku kian menguatkan rasa cintaku kepad-Mu. aku tak ingin memposisikan Engkau nomor dua atau nomor sekian, tapi aku ingin menjadikan rasa cintaku sebagai pemacu agar aku makin percaya dengan Engkau, dan Engkau makin sayang kepadaku, dan Engkau tetap nomor satu dalam hati, dalam hidup, dan hingga kelak aku bertemu dengan Engkau..
Tuhan,
bila aku jatuh cinta nanti, tolong bimbing aku, ridhoilah setiap jalanku, jadikanlah aku hamba-Mu yang selalu bersyukur atas nikmat-Mu...
dan
dan
aku ga tahu...
kemana rindu akan membawa cintaku
saat aku mulai lelah, seketika itu juga rindu terjaga
kemarin, kini, esok
terapung dalam kepingan
: aku tak ingin terbutakan!
aku ga tahu...
kemana rindu akan membawa cintaku
saat aku mulai lelah, seketika itu juga rindu terjaga
kemarin, kini, esok
terapung dalam kepingan
: aku tak ingin terbutakan!
sisakan, ketika engkau sedang sedih
kekasih, sisakan untukku sedihmu itu, ketika air mata terurai kurasa rindu begitu sempurna.
ingin hasrat memeluk sepenuh hati, mencurahkan perasaan bagai ilalang yang merindukan penghujan.
sisakan, jangan kau habiskan tangismu, karena satu saat engkau masih membutuhkannya.
kepedihanmu hanyalah penguat batin, luka besar akan menjelang saat engkau tak mampu mengendalikan hatimu.
yang sekarang hanyalah awal, penutup semuanya adalah nanti ketika kita sudah "pulang".
Tuhan, ini aku yang datang
Tuhan,
ini aku, hamba-Mu yang sering ngeluh datang lagi.
saking percayanya aku sama Engkau, aku sering merepotkan-Mu dengan curahanku. kemarin saja aku belum lulus, tapi sekarang aku sudah konsultasi lagi, tapi ini bukan karena aku nyerah, aku datang karena aku sayang Engkau. rasa sayang yang mungkin hanya sepersekian persen dari sayang-Mu kepadaku.
Tuhan,
Engkau begitu perhatian sama aku, hingga tak Kau biarkan ruang dalam hari-hariku sepi tanpa cinta-Mu. saat aku mulai terbangun Engkau sudah mempersiapkan untukku sinar matahari yang begitu hangat, lalu saat siang Engkau tegakkan mentari untuk mengukur derajat sukurku kepada-Mu, kemudian saat malam datang Engkau hadirkan pekat dengan berhias bintang dan rembulan. begitu sayang Engkau padaku, hingga tak luput aku dari perhatian-Mu.
Tuhan,
aku mohon maaf andai masih sering lalai, ampuni aku jika sering menganggap enteng perintah-Mu, aku terlalu menganggap bahwa dosaku masih bisa terimbangi oleh sisa hidupku, padahal aku juga ga ngerti kapan Engkau akan melunaskan jatah umurku..
Tuhan,
beri aku kesempatan lagi ya, biar aku mempebaiki akhlakku, andaipun kelak timbangan keburukanku lebih berat dari pada timbangan kebaikanku, tapi minimal aku pernah benar-benar sayang kepada-Mu. aku adalah milik-Mu, dan hidupku adalah hak-Mu...
ini aku, hamba-Mu yang sering ngeluh datang lagi.
saking percayanya aku sama Engkau, aku sering merepotkan-Mu dengan curahanku. kemarin saja aku belum lulus, tapi sekarang aku sudah konsultasi lagi, tapi ini bukan karena aku nyerah, aku datang karena aku sayang Engkau. rasa sayang yang mungkin hanya sepersekian persen dari sayang-Mu kepadaku.
Tuhan,
Engkau begitu perhatian sama aku, hingga tak Kau biarkan ruang dalam hari-hariku sepi tanpa cinta-Mu. saat aku mulai terbangun Engkau sudah mempersiapkan untukku sinar matahari yang begitu hangat, lalu saat siang Engkau tegakkan mentari untuk mengukur derajat sukurku kepada-Mu, kemudian saat malam datang Engkau hadirkan pekat dengan berhias bintang dan rembulan. begitu sayang Engkau padaku, hingga tak luput aku dari perhatian-Mu.
Tuhan,
aku mohon maaf andai masih sering lalai, ampuni aku jika sering menganggap enteng perintah-Mu, aku terlalu menganggap bahwa dosaku masih bisa terimbangi oleh sisa hidupku, padahal aku juga ga ngerti kapan Engkau akan melunaskan jatah umurku..
Tuhan,
beri aku kesempatan lagi ya, biar aku mempebaiki akhlakku, andaipun kelak timbangan keburukanku lebih berat dari pada timbangan kebaikanku, tapi minimal aku pernah benar-benar sayang kepada-Mu. aku adalah milik-Mu, dan hidupku adalah hak-Mu...
ketika aku sayang kamu
ketika matahari bersinar aku percaya, malam tak perbah sembunyi atau berlari.
seperti ketika aku menyayangimu, tak kubiarkan yang telah ada mengusik rinduku.
seperti halnya Tuhan Yang Maha Menyayangi, aku ingin mencurahkan hatiku untukmu.
namun, perasaan yang aku tempatkan di sisi yang layak untuk ditempatinya...
: karena aku sayang kamu
tak luput jejak
sisakan untukku senyum itu
tak habis sekarang, esok masih merekah
jangan habiskan
biarkan jejak ini tersisa
masih butuh satu atau dua patah kata lagi
untuk mengurai makna perasaan
jejak-jejak kan menuliskan
puisi cinta tentang keabadian
tak habis sekarang, esok masih merekah
jangan habiskan
biarkan jejak ini tersisa
masih butuh satu atau dua patah kata lagi
untuk mengurai makna perasaan
jejak-jejak kan menuliskan
puisi cinta tentang keabadian
aku bahkan engkau
resah mengukur lelah
tak jua mimpi terganti
masih saja seikat kembang
yang tergambar di batinmu
: aku akan datang saat purnama sudah sempurna!
tak jua mimpi terganti
masih saja seikat kembang
yang tergambar di batinmu
: aku akan datang saat purnama sudah sempurna!
esok masih ada
kini biarkah menyisakan cerita,
setelah kemarin menggurui,
kau...
harusnya ngerti
karena esok masih ada
setelah kemarin menggurui,
kau...
harusnya ngerti
karena esok masih ada
pekat yang mengendap (dimatamu)
masih saja engkau terlena, dalam buai pedih yang tak lekas berakhir
dimatamu masih saja air mata, menggenang, menyiram perih yang tak hilang
saat seberkas cahaya merasuk, seketika itu juga engkau terpejam
tak kau biarkan apapun mengusik keriangan lukamu
tidakkah kau sisakan air matamu?, untuk kepedihan yang lebih berat, perih yang mengiris hari-harimu kelak...
usah kau terlarut, air mata tak perlu habis tercurahkan
mengertilah, air mata terlalu berharga untuk cinta yang sia-sia
Tuhan, aku datang lagi
Tuhan,
aku datang lagi,jangan bosan untuk mendengar keluhku
karena kemana lagi aku harus curhat kalau tidak dengan Engkau?, kurasa jengkal demi jengkal langkahku menyisakan perih, mungkin saking cintanya Engkau kepadaku sehingga Engkau selalu mengujiku dengan semua ini. mungkin bagi-Mu semua ini hanyalah secuil dari ujud cinta, mungkin telah Engkau persiapkan untukku bingkisan cinta yang lebih besar lagi.
Tuhan,
tolong Kau beri kunci jawaban dari semua ini, biar aku selesaikan dulu semua ini dengan benar, lalu aku ikhlaskan hati andai Engkau ingin mengujiku lagi. mungkin keluhku tak segan mengalir, tapi bukankah itu wajar?, tingkatanku masih dalam tangga terbawah, mengerti akan nikmat-Mu membutuhkan sekian panjang waktu yang terhabiskan.
Tuhan,
Engkau begitu sayag padaku, hingga tak kau biarkan aku lena dari nikmat-Mu, tapi maafkan aku seandainya khilaf dan kadang ingkar. tak ada yang semurni cinta-Mu, hingga sejengkal gerakku tak luput dari belai cinta-Mu.
Tuhan,
Engkau lebih ngerti apa yang aku rasakan, Engkau lebih tahu mana yang terbaik untuk diriku, kali ini aku datang, setelah kemarin-kemarin aku juga ngeluh pada-Mu. Maha Besar Engkau, jangan biarkan aku lari dari nikmatmu...
kemarin aku datang, sekarang aku datang, dan esok aku akan datang lagi...
aku datang lagi,jangan bosan untuk mendengar keluhku
karena kemana lagi aku harus curhat kalau tidak dengan Engkau?, kurasa jengkal demi jengkal langkahku menyisakan perih, mungkin saking cintanya Engkau kepadaku sehingga Engkau selalu mengujiku dengan semua ini. mungkin bagi-Mu semua ini hanyalah secuil dari ujud cinta, mungkin telah Engkau persiapkan untukku bingkisan cinta yang lebih besar lagi.
Tuhan,
tolong Kau beri kunci jawaban dari semua ini, biar aku selesaikan dulu semua ini dengan benar, lalu aku ikhlaskan hati andai Engkau ingin mengujiku lagi. mungkin keluhku tak segan mengalir, tapi bukankah itu wajar?, tingkatanku masih dalam tangga terbawah, mengerti akan nikmat-Mu membutuhkan sekian panjang waktu yang terhabiskan.
Tuhan,
Engkau begitu sayag padaku, hingga tak kau biarkan aku lena dari nikmat-Mu, tapi maafkan aku seandainya khilaf dan kadang ingkar. tak ada yang semurni cinta-Mu, hingga sejengkal gerakku tak luput dari belai cinta-Mu.
Tuhan,
Engkau lebih ngerti apa yang aku rasakan, Engkau lebih tahu mana yang terbaik untuk diriku, kali ini aku datang, setelah kemarin-kemarin aku juga ngeluh pada-Mu. Maha Besar Engkau, jangan biarkan aku lari dari nikmatmu...
kemarin aku datang, sekarang aku datang, dan esok aku akan datang lagi...
puisimu tentang puisi ini
.........
tolong, bacakan puisi yang terangkai dalam benakmu setelah engkau baca puisi ini!
puisimu tentang puisi ini..
tolong, bacakan puisi yang terangkai dalam benakmu setelah engkau baca puisi ini!
puisimu tentang puisi ini..
Tuhan, aku datang pada-MU
Tuhan,
aku datang kali ini, membawa ketidak-mengertianku tentang jalanku. aku tak tahu, mana yang pertama kali harus aku dahulukan, dadaku dulu, ataukah kepalaku dulu. kurasa sujudku selama ini belum sebanding dengan apa yang telah Engkau berikan kepadaku.
duhai Dzat Yang Maha Sempurna.. aku tak layak untuk mengeluh kepada-MU, karena yang kemarin dan yang sekarang saja belum sempat aku syukuri, paling ujung dari keluhku nanti adalah meminta lagi kepada-MU. jangan, jangan kau biarkan aku kufur nikmat, tenggelamkan aku kedalam samudera syukur yang akan meringankan perhitunganku kelak di padang terakhir ajalku.
Tuhan,
maaf andai aku lancang, jangan bosan andai aku terus mengemis pada-MU, karena kepada siapa lagi aku harus meminta kalu bukan kepadamu, Dzat Maha Sempurna, pemilik hidupku, yang mempunyai otoritas penuh atas diriku.
Tuhan,
aku datang pada-MU..
aku datang kali ini, membawa ketidak-mengertianku tentang jalanku. aku tak tahu, mana yang pertama kali harus aku dahulukan, dadaku dulu, ataukah kepalaku dulu. kurasa sujudku selama ini belum sebanding dengan apa yang telah Engkau berikan kepadaku.
duhai Dzat Yang Maha Sempurna.. aku tak layak untuk mengeluh kepada-MU, karena yang kemarin dan yang sekarang saja belum sempat aku syukuri, paling ujung dari keluhku nanti adalah meminta lagi kepada-MU. jangan, jangan kau biarkan aku kufur nikmat, tenggelamkan aku kedalam samudera syukur yang akan meringankan perhitunganku kelak di padang terakhir ajalku.
Tuhan,
maaf andai aku lancang, jangan bosan andai aku terus mengemis pada-MU, karena kepada siapa lagi aku harus meminta kalu bukan kepadamu, Dzat Maha Sempurna, pemilik hidupku, yang mempunyai otoritas penuh atas diriku.
Tuhan,
aku datang pada-MU..
Langganan:
Postingan (Atom)