Rintik hujan adalah sajak

Rintik hujan adalah sajak, ketika mendung sudah menggelantung sebelumnya, mesra.

#Rph.31.01.2016

Ceritakan Kepadaku Perihal Senja

Ceritakan, tolong kau ceritakan kepadaku. Perihal senja, yang bermandikan cahaya. Ada pertautan yang tak jua terurai, rindu hanyalah pertaruhan kecil dari sebuah perasaan. Adakah burung-burung yang hinggap disenja tadi?.

Ceritakan, tolong kau ceritakan kepadaku. Perihal burung-burung, yang berpagut diujung senja. Ada pertautan yang tak jua terurai, pagutan hanyalah luapan dari perasaan yang tak juga bermuara. Adakah angin yang semilir membelai disenja tadi?.

Ceritakan, tolong kau ceritakan kepadaku. Perihal angin yang semilir membelai senja. Tak ada yang perlu kau jelaskan, bila apa yang kau rasa hanyalah pagutan-pagutan sepi, seperti angin yang semilir,
membelai burung-burung, bercerita tentang senja.

Menanti Sebuah Jawaban

Suatu ketika seorang laki-laki bertanya pada perempuan yang dikenalnya. Cantik. Ada sesuatu yang hendak disampaikan. Tak jauh dari perasaan, layaknya kemarau yang merindukan hujan, ada hasrat yang menggebu, rindu.

Ditatap dalam mata perempuan itu, sambil tersipu si perempuan coba menenangkan diri:

"Cantik, tak ada yang bisa menggantikan masa lalumu, pun demikian dengan diriku. Aku tahu kau telah menyimpan luka, kenangan suram masa lalu membuatmu terapung dalam lautan kehidupan. Tak apa, kau telah teruji layaknya batu karang, dihantam debur ombak namun engkau tetap tegar. 
Entahlah, tak habis waktu untuk memikirkanmu. Walau tak harus, tapi tiba-tiba saja perasaan ini datang sendirinya. Tak ada apa-apa, perasaan aneh dan semestinya tak ada yang perlu dipersoalkan. Tapi janggal saja, kenapa juga kamu yang selalu ada. 
Tak ada yang musti diperdebatkan, keberadaanmu adalah anugerah. Anakmu adalah bukti bahwa kasihmu meluas samudra, tak berbatas. Selama itu pula kau membatu, tegar, seusia anakmu, lebih. Aku coba menerka, sebenarnya kau juga tak ingin sendiri, normalnya saja. Tapi banyak hal yang tak bisa kau ingkari, keberadaan anakmu adalah sesuatu yang membuatmu tak mudah membagi hati. 
Tapi, tak ada salahnya jika aku mencoba menyelinap, mencoba masuk dalam sela hatimu yang belum terisi. Dengan kecantikanmu kiranya tak sulit kau cari pengganti. Tapi bukan itu. Aku tak ingin banyak alasan, kecantikanmu, kesendirianmu, itu hanyalah sebagian kecil dari niatku ingin mempersandingmu. Cinta itu tak butuh alasan, karena saat cinta itu karena sebuah alasan, maka kadar kemurniannya perlu dipertanyakan. Cinta itu cinta, bukan karena satu dan lain hal. 
Fajar yang hadir di ufuk timur dalam iringan waktu akan tenggelam diujung barat. Sebuah kodrat, sama halnya ketika aku mencintaimu. Dalam tautan waktu kita dipertemukan, dan aku ingin mengarungi sisa waktu bersamamu, menyaksikan fajar terbit dan tenggelam sepenuh
cinta. 
Maukah kamu?"

Perempuan itu hanya terdiam. Tak mendongak, berkaca-kaca. Suasana larut dalam hening, laki-laki itu  terpaku terdiam, menunggu jawaban. [SC]

141015, 03.00-04.00

Merayu Percuma

Jangan, anggapanmu tolong jangan kau tujukan padaku. Aku tahu kecurigaan itu tidak baik, ditengah banyaknya gelombang yang coba mengombang-ambingkan hatimu. Tapi, bukan aku.

Candaanku hanya bercanda. Seriusku kadang juga bercanda. Candaanku kadang malah serius. Tak usah kau ambil pusing.

Aku coba menebak, seleramu itu tinggi, tak pantas aku jadi pembanding. Pasti tak sebanding, sih.

Hihihi.. Kadang aku tertawa bathin, ketika rayuan-rayuan kaku tertuju untuk dirimu. Tak mempan sudah. Menjemukan. Jangankan kau, aku pun merasa demikian.

Tak akan beranjak kau dengan bujuk rayu. Percuma.

Bila matahari mulai tenggelam, tak akan habis cahaya-cahaya. Kesendirian adalah guru. Sepi adalah nyanyian-nyanyian yang akan mengiringi langkah dalam hidupmu. Percaya sajalah, tak kurang apapun dari dirimu. Bila bulan itu pesolek, mungkin cahayanya tak seindah ini. Tak purnama tapi indahnya ada padamu.

Suatu ketika akan kau temukan apa yang kau cari dalam hidupmu. Entah dari sisi yang mana, dalam tak terduga akan kau temukan kebahagiaanmu.

Ah. Ingin aku merayumu, tapi hanya sebatas ingin, karena memang hanya sebuah kesia-siaan bila aku melakukannya. Tak sebanding. Hanya akan mempermalukan diri sendiri. Hihihi...

Candaanku hanya bercanda. Seriusku kadang juga bercanda. Candaanku kadang malah serius. Tak usah kau ambil pusing. Tanpa purnama keindahan cahaya ada padamu. Suatu ketika akan kau temukan apa yang kamu cari. Entah apa, entah dari sudut yang mana. [SC]

Saat engkau mencintai

Saat engkau mencintai, tak butuh apa-apa untuk membuktikannya. Cukup apa yang terbaik untuk kepantasan perasaanmu.

rph.11.10.15 #AyoKeMars

Rindu Menyengat

Panas matahari hanyalah penyulut rindu
Tanpa api
Menyengat bagai bara, namun tak sepanas degup merindumu
Waktu begitu lambat, saat jauh
Waktu begitu cepat, saat dekat
Kamu adalah yang terindah
Saat rindu menggebu, dalam sengat mentari menghadirkan bayangmu

cinta adalah efek hatiku dan hatimu

Cahaya hanyalah bagian kecil, matamu adalah sinar lembut, senyummu
seperti gemercik air yang bening.

Kamu seperti air bening, cahaya sesungguhnya yang menerangi dan
menyejukkan hati.

Cinta adalah efek dari hatiku dan hatimu.#uhuk