Jumat, 26 April 2013

Seperti Sepasang Kupu-Kupu

kekasih, dalam tautan hati kita dipersatukan
dalam ikatan rasa kita dipertemukan
kita seperti sepasang kupu-kupu yang terbang bebas,
kita erat dalam rasa saling percaya.

kekasih, dalam segenap rasa
lantunan lagu cinta lirih mengalun, tak ada sekat
kita seperti sepasang kupu-kupu yang saling menerima,
kita erat dalam rasa saling setia.

kekasih, dalam hening aku bercermin
dalam perbedaan, hatiku adalah hatimu
kita seperti sepasang kupu-kupu yang yang saling melengkapi,
kita erat karena dalam perbedaan kita dipersatukan.


Puisi ini diikutsertakan pada Lomba buat Puisi Cinta dengan tema Puisi Cinta Untuk Kekasih

Senin, 08 April 2013

8 April

Dalam perjalan waktu
dalam satu ketika akan tepat dalam satu hari
waktu berputar

lantunan do'a mengalir tulus
semoga terkabulkan

Minggu, 31 Maret 2013

Kukutipkan: Makhluk Pelamun

Kukutipkan, untukku, dan barangkali juga untukmu, dari Emha Ainun Nadjib: 

"Manusia itu makhluk pelamun atau tukang melamun nomor satu di alam semesta. Semakin banyak yang kita miliki, volume dan frekuensi lamunan kita juga semakin tinggi dan meluas. Kita bahkan sanggup melamunkan bahwa sesudah bulan depan terpaksa kita mati, misalnya karena serangan jantung, siapa tahu akan ada kesempatan untuk memperoleh kebangkitan kembali sebagaimana Ratu Adil atau pun Ratu tak Adil." -ean-

Jumat, 15 Maret 2013

Semoga Aku Kuat Bertahan

Semoga,
semoga saja ini hanya badai
yang datang menghantam
berkali menerjang dan hampir membuatku kalap

Semoga,
semoga saja ini hanya gelombang
yang datang menerjang
berkali menyudutkan dan membuatku terombang-ambing

Semoga,
semoga saja aku tidak larut
tenggelam
terapung dilautan luas tanpa tepi

Semoga,
semoga saja aku kuat bertahan
mampu menenangkan gelombang
dan menikmati indahnya lautan
mengarungi penuh kebahagiaan

Jumat, 15 Februari 2013

Tidak ada alasan untukku meninggalkanmu

Tidak, tidak ada alasan untukku meninggalkanmu.
Kerikil-kerikil tajam masih saja menghalangi langkah kita, semenjak awal kita dipersatukan, hingga kini saat empat tahun sudah berlalu.

Terkadang kita terlarut dalam diri kita masing-masing, dalam ego yang masih sama tinggi, terkadang kita abaikan cinta yang sebenarnya senantiasa membara dalam diri kita masing-masing.

Masa lalu masihlah menjadi momok yang manukutkan, penyesalan terkadang menjadi bahasa yang menjemukan.

Tidak kekasih,
tidak ada alasan yang tepat untukku meninggalkanmu.
Seandainya mencari alasan yang tepat bila ditanya kenapa, mungkin jawabannya adalah karena kita saling memilih, kita saling menerima, dan kita saling belajar untuk senantiasa jatuh cinta.